pemilik Multi grafika Tasikmalaya

Perjalanan Dari Kuli Panggul Hingga Sukses Jadi Pengusaha Percetakan di Tasikmalaya.

Multi Grafika, percetakan asal Tasikmalaya menjadi kandidat peraih Print Graphic Awards 2019, di ajang penghargaan Indonesia Print Graphic Awards.

Yosua Chandra Nugroho (Pemilik Multi Grafika), kelahiran Lampung, tahun 1988  berkenan berbagi cerita pengalamannya selama bergelut di bidang usaha percetakan. Semoga ini menginspirasi bagi pembaca yang berminat buka usaha sendiri. Apapun bidangnya.

Bisa diceritakan latar belakang (sejarah) usaha yang bapak jalani?

Saya adalah anak dari daerah Lampung utara yang sangat jauh dari perkembangan teknologi, orang tua seorang petani, jadi, dari kecil, basisnya juga adalah petani, he..he..he.

Tahun 2003 saya nekat merantau ke tasikmalaya untuk melanjutkan sekolah SMA. Hanya bermodalkan tekad, tanpa dukungan biaya orang tua, karena kondisi ekonomi keluarga kami saat itu dibawah dari cukup, saya sekolah sambil bekerja menjadi office boy di sebuah sekolah yayasan sampai lulus sekolah tahun 2006. Tadinya berniat ingin kuliah tapi tidak ada biaya.

Salah satu cabangnya, di jalan Cieunteung no. 43 Tasikmalaya

Akhirnya, saya memutuskan untuk bekerja. Saya bekerja di toko kertas dan percetakan, di bagian gudang dan kuli panggul. Tinggal di gudang kertas bersama karyawan lain. Karena tidak sanggup untuk bayar kost. Enam bulan kemudian saya diangkat sebagai operator digital printing.

Di tahun 2006, seorang lulusan SMA tanpa pengalaman sedikitpun, bahkan flash disk pun awalnya saya engga ngerti, hehehehe. Tapi saya orangnya nekat dan pingin bisa. Dari sana saya mulai berpikir bahwa saya bisa dan saya pasti mampu membuka usaha dan lapangan kerja. Di tahun 2007, Saya dipindahkan ke BSD Serpong untuk mengurus cabang baru. Peluang terbuka lebar bagi saya. Saya bisa kenal dengan orang-orang hebat di dunia printing, yang selalu memberikan motivasi untuk membuka usaha sendiri. Di tahun 2010, saya mengundurkan diri dan kembali lagi ke Tasikmalaya. Saya mencoba mencari order sendiri sambil belajar mengelola keuangan.

Sampai tahun 2012, dengan modal pas-pasan, saya mulai buka toko dengan menyewa toko berukuran 4,5 x 10 meter di Jalan Cieunteung 43 tasikmalaya.

Dengan modal 1 mesin infiniti 4 head seiko, dengan cara mencicil, waktu itu saya mulai menjalankan usaha ini di bantu 2 orang teman saya sebagai designer dan finishing. Saya merangkap sebagai operator mesin.
Banyak sekali masalah di awal menjalankan usaha, sampai sempat putus asa dan berniat untuk menjual kembali mesin. Tetapi, berkat pertolongan Tuhan dan dorongan dari rekan-rekan , saya membatalkan niat itu.

Di tahun pertama sampai tahun ketiga adalah masa sulit saya dalam mengembangkan bisnis.
Saya terus berusaha hingga mendapatkan titik terang, percetakan saya mulai berkembang hingga akhirnya bisa memperluas tempat usaha dan menambah unit-unit baru.

Selain percetakan, apakah Bapak memiliki usaha lain diluar dunia cetak ?

Saya memiliki bengkel las untuk mengerjakan pekerjaan seperti neon box dan beberapa titik tiang billboard disewakan untuk media iklan.

Bagaimana kondisi cetak di daerah bapak, dan prospek kedepan dan peluang marketnya?

Kondisi percetakan saat ini bukan lagi hal asing, bahkan siapa saja bisa membuka usaha printing. Hanya terkadang para pemula usaha melakukan promo dengan harga tidak wajar, sehingga yang lain ikut-ikutan banting harga, tidak sedikit pemula usaha yang tidak sanggup bertahan yang akhirnya tutup. Usaha printing tidak cukup dengan modal uang yang banyak tapi juga harus punya ide-ide kreatif dan relasi yang baik.

Berapa jumlah karyawan saat ini ?

Karyawan ada 19 orang di kantor pusat terdiri dari 7 orang designer, 2 orang administrasi, 4 orang operator, 4 orang finishing, 2 orang bagian pemasangan, ditambah 7 orang di kantor cabang.

Percetakan TasikmalayaBisa diuraikan mesin-mesin produksi yang digunakan saat ini ?

Untuk mesin produksi cetak A3+, saya menggunakan Konica Minolta bizHubPRESS C2060, kemudian mesin outdoor ada 2 unit Crystaljet printhead KM 512i , 1 unit Turbojet printhead KM512i, 1 unit mesin Rekondisi printhead KM512, 1 unit Infinity printhead Seiko, 1 unit Mimaki dx5 eco, 2 unit Turbojet dx7,1 unit Epson sublimasi. Untuk mesin finishing, ada mesin laminasi otomatis dan hotpres hidrolic sublim. Hingga saat ini ada 7 unit mesin produksi di kantor pusat.