Putut Sambodo, pemilik percetakan digital printing yang paling banyak dibicarakan saat ini, berkenan diwawancarai redaksi Print Graphic di medio Juli 2019. Redaksi tentu saja tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk mewawancarai salah satu pengusaha percetakan berpengaruh yang dipercaya pemerintah memegang konsorsium cetak alat-alat pengadaan  pemilu dari KPU, Bawaslu dan banyak order dari kementerian. Saking banyak ordernya, rekan-rekan Putut sesama pengusaha percetakan daerah yang juga merupakan pelanggan majalah Print Graphic (karena tergabung di komunitas pengusaha percetakan yang digalang Print Graphic) mendapat limpahan sub-order cetak di daerah darinya hingga mereka bisa membeli mesin baru. Luar biasa!

Tetapi bila hal ini dikonfirmasi kepada Putut Sambodo, jawabannya selalu khas,” Ini semua anugerah dari Tuhan.” Putut memang religius. Segala ucapan dan tindakannya tidak pernah lepas dari rasa syukur kepada Tuhan.

Lama berkecimpung di dunia percetakan sebagai marketing di berbagai percetakan besar, seperti percetakan Gramedia dan Dian Rakyat, di tahun 2005, di usianya yang menginjak 36 tahun saat itu, Putut mulai memutuskan menjadi wiraswasta sepenuhnya. Putut memang jebolan ilmu grafika tulen. Mulai dari lulusan SMK Grafika Mardi Yuana tahun 1988, hingga Ia kemudian meneruskan kuliah ke Akademi Teknik Grafika Trisakti (ATGT). Jadi bisa dikatakan dunia grafika sudah mendarah daging sejak masih di bangku pendidikan.

Bahkan perjalanan karir usaha Putut tidak lepas dari dukungan kawannya di kesatuan semasa di Bogor, Harjanto Sudarsono (pemilik Xgraphics).

Awal bergelut menjadi pengusaha percetakan, Putut mendirikan Poin Plus Asia, khusus menerima cetak offset, seiring berjalannya waktu, apalagi grafik pertumbuhan cetak offset komersil yang semakin menurun, di tahun 2015 Putut mulai melirik digital printing large format. Lucunya, kepada redaksi, Ia mengatakan bahwa dulu Ia paling tidak suka dengan cetak outdoor karena bau tinta solvent-nya yang menyengat, tetapi setelah mulai diterjuni, ternyata seru juga.

Melalui PT. Poin Plus Digital, Putut meresmikan perusahaan baru yang khusus bergerak di industri percetakan digital printing dan ini ditetapkan dalam akte pendirian perusahaan dengan nama PT Poin Plus Digital di tahun 2017. Tetapi walaupun terjun di percetakan digital, bisnis offsetnya tetap beroperasi di daerah Pondok Labu. Bagaimana kelanjutannya? Kisahnya masih panjang, pembaca. Simak cerita lengkapnya di Majalah Print Graphic vol. 39.

Untuk info berlangganan Majalah Print Graphic, silahkan kontak via WA admin: +6282114844386 (Lucky) ■