Putut Sambodo, sang pemilik percetakan Poin Plus digital adalah sosok yang paling banyak dibicarakan di dunia digital printing Indonesia sepanjang tahun 2019. Beliau berkenan diwawancarai redaksi Print Graphic. Redaksi tentu saja tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk mewawancarai salah satu pengusaha percetakan berpengaruh yang dipercaya pemerintah memegang konsorsium cetak alat-alat pengadaan  pemilu dari KPU, Bawaslu dan banyak order dari kementerian. Saking banyak ordernya, rekan-rekan Putut sesama pengusaha percetakan daerah yang juga merupakan pelanggan majalah Print Graphic (karena tergabung di komunitas pengusaha percetakan yang digalang Print Graphic) mendapat limpahan sub-order cetak di daerah darinya hingga mereka bisa membeli mesin baru. Luar biasa !

Tetapi bila hal ini dikonfirmasi kembali kepada Putut Sambodo, jawabannya selalu khas,” Ini semua anugerah dari Tuhan.” Putut memang religius. Segala ucapan dan tindakannya tidak pernah lepas dari rasa syukur kepada Tuhan.

Lama berkecimpung di dunia percetakan sebagai marketing di berbagai percetakan besar, seperti percetakan Gramedia dan Dian Rakyat, di tahun 2005, di usianya yang menginjak 36 tahun saat itu, Putut mulai memutuskan menjadi wiraswasta sepenuhnya. Putut memang jebolan ilmu grafika tulen. Mulai dari lulusan SMK Grafika Mardi Yuana tahun 1988, hingga Ia kemudian meneruskan kuliah ke Akademi Teknik Grafika Trisakti (ATGT).  Jadi bisa dikatakan dunia grafika sudah mendarah daging sejak masih di bangku pendidikan.

Bahkan perjalanan karir usaha Putut tidak lepas dari dukungan kawannya di kesatuan semasa di Bogor, Harjanto Sudarsono (pemilik Xgraphics).

Awal bergelut menjadi pengusaha percetakan, Putut mendirikan Poin Plus Asia, khusus menerima cetak offset, seiring berjalannya waktu, apalagi grafik pertumbuhan cetak offset komersil yang semakin menurun, di tahun 2015 Putut mulai melirik digital printing large format. Lucunya, kepada redaksi, Ia mengatakan bahwa dulu Ia paling tidak suka dengan cetak outdoor karena bau tinta solvent-nya yang menyengat, tetapi setelah mulai diterjuni, ternyata seru juga.

Di awal tahun 2016, Putut menyambangi pameran di Kemayoran, World of Digital Printing Expo dan Ia pun bertemu dengan management PT. Multi Sistem Teknologi yang menghantarkannya ke dalam babak baru. Dunia digital printing itu tadi. Bapak Ali Marzuki, sang pemilik Multi Sistem Teknologi membantu Putut mengupayakan instalasi mesin digital printing, Crystaljet. Mesin Crystaljet ini pun menjadi mesin large format pertamanya. Dari sini, Putut pun kemudian memulai usaha cetak large format outdoor.

Tak berapa lama dari situ, di pameran SPE 2016, Putut bertemu dengan manajemen Sinar Grafindo. ternyata Putut sudah lama kenal dengan Pak Yugo Martono, pemilik Sinar Grafindo. Dari pertemuan tersebut dan kedekatannya dengan Pak Yugo dari sejak masih bekerja di Dian Rakyat,  Poin Plus Digital mendapatkan  dukungan dua mesin HP Latex dari Sinar Grafindo dengan harga yang sangat spesial. Tentu, hal ini sangat membantu bagi kelancaran usaha Poin Plus Digital yang baru berdiri tersebut.

Melalui PT. Poin Plus Digital, Putut meresmikan perusahaan baru yang khusus bergerak di industri percetakan digital printing dan ini ditetapkan dalam akte pendirian perusahaan dengan nama PT Poin Plus Digital di tahun 2017. Tetapi walaupun terjun di percetakan digital, bisnis offsetnya tetap beroperasi di daerah Pondok Labu.   Dalam perjalanan usaha, tidak selamanya berjalan dengan lancar, bahkan di tahun 2013 Putut pernah kena tipu. Yang hampir-hampir saja menghentikan laju usahanya. Tetapi untunglah, banyak kawan yang mau membantu sehingga di tahun 2015, Putut bangkit dan terus melanjutkan usahanya hingga membangun Poin Plus Digital.

Sepanjang tahun 2017 dan 2018, Poin Plus Digital terus menginstalasi mesin. Diantaranya Epson Surecolor dari Mulia Mandiri Supply, mesin Star Win dari Sumber Alam, dan mesin Taimes dari Cello Sukses Berdaya.

Di tahun 2019, Poin Plus Digital menginstalasi mesin HP Latex 1500 dari Bhinneka, mesin production press, Ricoh Pro 7200SX dari Modern Data Solusi, Mesin Allwin ukuran 5 meter, digital cutting Summa, hingga mesin UV flatbed Allwin dari PT Aneka Warna. Ini perkembangan yang bukan main cepatnya dari Poin Plus Digital untuk menjadi one stop printing yang lengkap.

Tak terasa, karyawan Poin Plus telah mencapai 128 orang.  Begitu cepat proses perkembangan Poin Plus, ini juga tidak lepas dari peranan Putut  dalam mempertahankan kepercayaan dari instansi pemerintah. KPU, Bawaslu, Kementerian-kemernterian dan banyak lagi telah turut andil secara langsung bagi kemajuan Poin Plus. Sebagai nilai tambahnya, bukan saja kemajuan yang diraih dari Poin Plus saja,  tetapi Putut bisa berbagi berkah order kepada percetakan-percetakan di daerah untuk mengerjakan tender-tender tersebut, karena memang tidak mungkin mengerjakan semuanya sendiri. ▪