Saat ini, kita temukan banyak sekali pemakaian bahan pencuci (wash up solution) bersifat keras dan mempunyai aroma yang kuat. Bahan pencuci tersebut umumnya menggunakan bahan campuran dari minyak tanah, bensin, toluene, solvent dan bahkan Ethyl Benzene. Cara yang demikian dipilih karena bahan pencuci akan mudah melarutkan tinta dan harga yang relatif murah. Sebenarnya cara tersebut tidak direkomendasikan oleh pabrik pembuat mesin cetak karena akan berdampak negatif pada mesin cetak yang pada akhirnya akan mempengaruhi tingkat mutu hasil cetak.

Dampak negatif dari penggunaan bahan pencuci aromatik seperti tersebut di atas dapat merusak lapisan Plastitizer (pelindung karet agar tidak rusak atau berubah bentuk) dari rol maupun blanket sehingga umur rol dan blanket jadi lebih pendek. Selain itu pemakaian bahan pencuci akan lebih boros karena titik menguap bahan bensin atau minyak tanah rendah yaitu 25° – 40°C. Bahan pencuci tersebut juga dapat melarutkan gemuk (grease) pada bearing
maupun sparepart mesin lainnya. Padahal peranan gemuk (grease) sangat penting untuk mengurangi gesekan dan aus di antara besi.
Dampak negatif lainnya adalah kerusakan pada spare part seperti bearing, roller, journal, baut penyetel. Dengan kerusakan sparepart tentu saja akan menyebabkan downtime sehingga proses produksi menjadi terhambat dan meningkatkan biaya produksi.

Lalu bagaimana kita dapat memilih bahan pencuci yang baik?
Bahan pencuci yang baik mampu melarutkan tinta dengan baik namun tidak menyebabkan karet roller maupun blanket mengembang (swelling) dan mengecil (shrinking). Bahan pencuci yang baik harus dapat larut ke dalam air atau dapat dicampur dengan air, karena pada dasarnya air adalah zat pembersih terbaik untuk menghilangkan debu udara atau debu kertas yang menempel pada rol maupun blanket. Biasanya suhu ruang cetak dan mesin setelah pekerjaan cetak diatas 40°C. Agar tidak mudah menguap, bahan pencuci harus memiliki flash point (titik nyala) yang tinggi sehingga waktu pembersihan menjadi lebih panjang dan cukup untuk membersihkan tinta dan kotoran debu secara optimal. Keuntungan lainnya dari bahan pencuci yang tidak mudah menguap yaitu pemakaian yang relatif lebih hemat dibandingkan dengan bahan pencuci yang lebih mudah menguap.

Standar FOGRA menentukan bahan pencuci harus memiliki flash point (titik nyala) lebih dari 58°C. Hal lain yang penting diperhatikan dalam pemilihan bahan pencuci yang baik adalah bahan pencuci tersebut tidak menimbulkan iritasi dan ramah lingkungan. Jadi masalah yang mungkin timbul pada mesin cetak belum tentu berasal dari kualitas mesin cetak atau sparepartnya, namun bisa dimungkinkan oleh pemilihan bahan baku cetak yang sehari-hari digunakan dalam proses pekerjaan cetak termasuk bahan pencuci.

Dalam portofolio bahan baku cetak Heidelberg, terdapat Saphira Wash 562. Saphira Wash 562 adalah bahan pencuci yang teruji dan terbukti, sangat sesuai untuk membersihkan tinta konvensional dan mempunyai kelebihan-kelebihan sebagai berikut :

  • Bahan disetujui oleh semua Original Equipment Manufacturer (OEM)
  • Bersertifikat Food Approve
  • Mempunyai flash point (titik nyala) 61°C
  • Tidak merusak karet roller dan blanket
  • Tidak menyebabkan karat pada bahan metal seperti roller, silinder, nozzle
  • Dapat ditambahkan air hingga 50% untuk menghilangkan debu kertas sehingga bahan pencuci berfungsi lebih baik
  • Sangat baik digunakan dengan sistem otomatis maupun manual

Dengan semakin meningkatnya kepercayaan pelanggan di seluruh dunia terhadap portofolio produk Heidelberg Saphira, Heidelberg telah mengembangkan produk chemical berkualitas. Oktober 2014 Heidelberg mengakuisisi perusahaan chemical besar dari Belgia, Blue Print yang sejak tahun 2009 secara bersama-sama melakukan riset dan pengembangan (R&D) membuktikan perannya sebagai penyedia bahan chemical cetak premium di lebih dari 60 negara di bawah merek Saphira.