Pria yang kini dikaruniai tiga anak ini, berasal dari Desa Jatipohon, Grobogan, Jawa Tengah. Edy Subagiyo nekad merantau ke Jakarta untuk menjadi karyawan, dan buah dari kerja keras tiada putus asanya itu, ia kini justru memiliki lebih dari 100 karyawan. Tanpa pendidikan tinggi, tentunya awalnya sulit bagi dirinya untuk mendapatkan pekerjaan seperti yang di harapkan. Pria yang akrab disapa Edy ini awalnya bekerja di sebuah fotokopi di daerah menteng, dan pernah juga bekerja sebagai Office Boy (OB) pada sebuah advertising.

Dengan uang tabungan yang ada, pada Oktober 2005 Ia membuka usaha jasa fotokopi dan printing di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan. Dengan bermodalkan 2 unit komputer dan sebuah printer inkjet serta uang tunai 5 juta rupiah yang digunakan untuk menyewa kontrakan petakan untuk 2 bulan, sebesar 650 ribu/bulan. Sisanya untuk belanja kertas 2 rim dan perlengkapan seadanya serta cadangan cash flow. Kontrakan itu hanya berukuran 3 x 12 m, masuk gang di daerah Bintaro Sektor 1  (masih beroperasi sampai sekarang).

Nama REVO pun diusung sesuai semangat hidup Edy Subagiyo. Diambil dari kata Revolution yang berarti pengubah ke arah yang lebih baik secepat mungkin. Makna nama tersebut cukup mendalam baginya. Sedikit demi sedikit hasil yang didapat digunakan untuk terus memperbesar usaha. Sebagai contoh, yang awalnya hanya menyewa mesin fotokopi, lambat laun bisa menyicil mesin fotokopi selama 6 bulan seharga Rp 22 juta. Kini usaha yang kecil tersebut berkembang menjadi usaha jasa yang begitu lengkap dan memberikan hasil yang memuaskan. Revo Print Shop yang awalnya hanya dikenal seputaran Bintaro, Rempoa, BSD, dan sekitar kawasan Tangerang, kini mengembangkan sayap dengan memiliki outlet baru di Fatmawati, Jakarta Selatan sejak 2008.

Mengenai pilihan mesin produksi

Mesin-mesin fotokopi : “Revo banyak menggunakan Fuji Xerox dan Canon. Kemudian, untuk cetak fotokopi wide format A0, Revo menggunakan HP Pagewide XL.

Mesin printer large format : “Untuk mesin-mesin large format outdoor, Revo menggunakan mesin dari Crystaljet, Taimes, dan Witcolor. Untuk mesin indoor-nya, dari Roland dan Epson.”

Mesin production digital printing :

“Saya merasa cocok menggunakan mesin cetak digital Konica Minolta bizhub PRESS. Dari mulai KM Bizhub PRESS C6000 kemudian saya upgrade ke KM bizhub PRESS C1100 dan bizhub PRESS C1060.”

“Menurut saya, untuk warna cetak toner, KM bizhub PRESS C1100 yang terbaik saat ini. Selain itu, saya puas dengan pelayanan purna jual dari Perdana Jatiputra. Kalau ada masalah dengan mesin, teknisi cepat datang dan menguasai masalahnya, sehingga kerusakan mesin bisa segera teratasi. Tidak berlarut-larut produksi berhenti.”

 

Baca lebih lengkap perjalanan karier Edy Subagiyo di majalah Print Graphic vol.27