Di kota kecil bernama Sungailiat, Pulau Bangka, Bapak Chandra berasal. Lahir di tahun 1955 dalam keluarga sederhana sebagai anak bungsu dari lima bersaudara. Ayahnya adalah pekerja di Unit Pertambangan Timah Bangka dan Ibunya adalah seorang ibu rumah tangga biasa. Karena keadaan ekonomi keluarga yang kurang mendukung, Chandra kecil hanya dapat menyelesaikan pendidikan hingga tingkat sekolah menengah pertama, lalu kemudian mulai bekerja serabutan sebagai buruh di bengkel-bengkel agar tidak membebani orang tua.

Pak Chandra memutuskan hijrah meninggalkan kampung halamannya pada tahun 1975. Pekerjaan pertamanya di pulau Jawa adalah sebagai tukang las di PT Indocement dan pada saat itu ia terlibat dalam pembangunan pabrik pertama PT Indocement yang berlokasi di Cibinong. Setahun kemudian, memenuhi ajakan teman, ia kembali merantau ke Pulau Kalimantan untuk bekerja pada sebuah perusahaan kayu. Sempat merasa patah arang,

Pak Chandra pulang ke Pulau Bangka dan bekerja sebagai tukang las dan supir truk. Maklum, status pendidikan kerap menyulitkannya untuk meningkatkan karir pekerjaan di setiap perusahaan yang ia coba untuk merubah nasib.
Kepulangannya seperti menjemput jodoh. Pak Chandra bertemu dengan seorang gadis dari kota kecil, Lampur, Sungai Selan. Mereka pun menikah pada tahun 1979 dan dikaruniai dua orang anak. Pak Chandra tidak gentar memboyong keluarga kecilnya untuk merantau kembali ke Pulau Kalimantan. Tahun demi tahun berganti, tak terasa, sudah saatnya anak-anaknya untuk bersekolah. Akhirnya, istri dan anak-anaknya diberangkatkan ke Jakarta demi untuk menyekolahkan putra-putrinya. Maklumlah, bersekolah di Kalimantan, saat itu sangat sulit. Apalagi di daerah tempat kerjanya sangat terpencil.

Setelah terpisah dengan keluarga selama dua tahun, muncul satu kesempatan bagi Pak Chandra untuk berbisnis fotokopi yang ditawarkan oleh seorang teman dekatnya. Usaha fotocopy ini diawali pada tahun 1989 di daerah Pasar Minggu dengan hanya bermodalkan dua buah mesin fotocopy saja.

Mesin foto copy-nya bukanlah mesin baru. Mesin bekas merk Ricoh yang dibelinya dengan harga 1,5 juta per buah. Modal awalnya hanya sepuluh juta rupiah. Hasil tabungannya selama bekerja di Kalimantan. Pak Chandra mengontrak tempat di Pasar Minggu. Omzet bisnisnya pun saat itu tidak mencapai Rp 30.000.000,- per bulannya. Tapi memang dasarnya gigih, hasil kerja kerasnya selama enam tahun, Pak Chandra dapat mencicil sebuah ruko di Bendungan Hilir 46A guna memperbesar usaha.

Pada tahun 1995, toko di Bendungan Hilir diawali oleh satu ruko dengan tambahan pelayanan fotokopi berwarna dan satu orang tenaga desain grafis. Lima tahun berlalu, total karyawannya telah berkembang menjadi 25 orang. Sembari terus belajar membentuk sistem manajemen sederhana. Pada masa itu, Ia dan istri masih terjun langsung bersama para Karyawan, dari melayani pelanggan hingga mengerjakan proses produksi.

Bulan Juni 2002, secara resmi berdiri badan usaha CV Bintang Sempurna, dengan harapan, usaha ini akan terus berkembang mendekati kesempurnaan bintang. Pada tahun tersebut juga, ia melakukan investasi besar-besaran dengan membeli berbagai jenis mesin cetak besar disertai dengan penambahan sumber daya manusia yang kompeten. Dua tahun berselang, CV. Bintang Sempurna pun mampu membangun sebuah mess dengan 27 kamar untuk menunjang kesejahteraan para karyawan. Usahanya pun terus diperluas ke bidang percetakan offset dan digital beserta layanan dokumen lainnya.

Berbekal keuletan dan spekulasi bisnis yang cermat, ia menambah kepemilikan ruko-ruko di sekitar ruko pertamanya, hingga pada tahun 2008, usaha yang ia miliki sudah menempati Jalan Bendungan Hilir 48. Saat ini telah berdiri sebuah gedung usaha yang megah dan strategis di Jakarta Pusat dengan nama Graha Bintang Sempurna.

Pada tahun 2009, CV. Bintang Sempurna telah resmi berubah bentuk badan usaha menjadi PT. Bintang Sempurna dengan susunan manajemen handal di dalamnya dan telah mempekerjakan kurang lebih 200 karyawan.

PT Bintang Sempurna pun terus berkomitmen untuk memberikan kemudahan bagi para pelanggan dengan layanan 24 jam. Layanan yang diberikan pun semakin beragam, dari fotokopi, baik offset maupun digital hingga berbagai macam finishing. Adapun beberapa klien tetap PT Bintang Sempurna seperti Nissan, BNI, Bank Mandiri, Kedutaan Inggris, dan banyak lagi.

Perkembangan usaha ini tentu tidak didapat dalam sekejap mata, kerja keras yang gigih dan giat dari Bapak Chandra mengikuti perkembangan teknologi dalam dunia percetakan merupakan kunci bagi keberhasilan usahanya. Inovasi dan investasi terus menerus dilakukannya agar tetap dapat berkompetisi dalam persaingan bisnis percetakan yang semakin ketat. @Pg