Centro Digital Printing, salah satu percetakan digital dari Surabaya, didirikan oleh Christina Harianto (36 tahun), bersama suaminya, Patrick. Christina merupakan lulusan S1 Jurusan Multimedia Raffles Lasalle, Singapore (sekarang bernama Raffles design Institute).
Dua tahun sebelum mendirikan Centro, Christina sudah bergerak di bidang industri design graphic. Dengan basic studi saya yaitu jurusan multimedia dan design, saya sempat bekerja sebagai freelancer design dan banyak menghandle project project yang melibatkan design. Di masa masa tersebut saya sering mencari percetakan digital printing. Dari sinilah saya coba berfikir, daripada di-sub order terus, akhirnya saya punya pemikiran untuk mendirikan Digital Printing sendiri.

“Setelah survei dan mendapat restu dari suami saya, akhirnya pada bulan Desember di tahun 2005, saya memantapkan diri membuka Printshop dengan nama Centro Digital Printing,” ujar Christina.

Baru-baru ini, Centro menginstalasi mesin digital press Fuji Xerox Iridesse. Tentu, sebagai majalah yang berfokus di dunia printing, kami tertarik mengulasnya.

Berikut ini petikan wawancaranya :

Bagaimana kondisi cetak di daerah Surabaya, prospek ke depannya dan peluang marketnya?

Christina : “Dari sisi Geografis Centro berada di daerah Surabaya bagian Barat. Di sekitaran kami terdapat banyak perumahan elite, perkantoran, mall dan beberapa universitas ternama seperti Universitas Ciputra, Universitas Negeri Surabaya, dan lain-lain.
Jadi, secara market, percetakan kami mayoritas dari kalangan Mahasiswa, Perkantoran, dan UMKM.
Untuk meningkatkan produktivitas, kami juga dengan mencari market lain seperti Event Organizer, para design grafis, photografer, dan industri kreatif di Surabaya yang sedang berkembang.

Bisa diuraikan mesin-mesin cetak dan finishing yang telah dimiliki?

Christina : “Cutting Sticker, mesin UV, Fuji Xerox D 95 2 unit, Fuji Xerox DW 3035, Fuji Xerox DCP 700, Fuji Xerox Iridesse Production Press.”

Apa alasan Centro memillih mesin cetak Fuji Xerox tipe Iridesse Production Press?

Christina : “Dari sisi spek mesin, Iridesse ini kan mesin keluaran baru yang punya 6 warna di 1 mesin. Unik menurut saya, biasanya mesin upgrade hanya kecepatan, memory, dan print resolution. Tapi Iridesse ini benar benar berbeda. Kami order dengan warna special color: Silver, White, Clear.
Karena visi misi kami ingin bersaing dengan pasar dan belum ada Printshop yang mempunyai mesin ini di Surabaya. Pendapat saya, dari pada menjadi follower, Centro ingin selangkah lebih maju dari pada digital printing lainnya. Terlebih kami juga ingin memperluas pasar tadi.”

“Dari sisi purna jual, saat ini saya masih percaya dengan Astragraphia. Selama saya menggunakan mesin Fuji Xerox, saya merasa after sales service-nya lebih baik dibandingkan teknisi dari mesin-mesin saya yang lain. Mereka tidak berani menjanjikan kapan sparepart ini datang dan kapan mesin bisa dipakai kembali. Padahal bagi kami, kecepatan dan komitmen after sales service ini yang sangat penting. Jangan punya mesin tapi ngerepotin dari sisi servicenya.”
“Bicara soal harga, saya juga dengar bahwa harga beli mesin Fuji Xerox itu jauh lebih mahal dibandingkan merk lain. Menurut saya harga itu relatif ya. Selain dari sisi harga saya juga melihat after sales service yang dijanjikan dan bagaimana komitmennya. Jadi bisa dilihat juga mesin digital print saya paling banyak adalah Fuji Xerox. “

Ada pengalaman menarik selama usaha printing?
Christina : “Oh pengalaman yang menarik yang kami rasakan, cukup banyak. Dari pelanggan kami anak-anak mahasiswa, lalu ada pelanggan yang baik sampai membawakan makanan dan oleh-oleh untuk operator kita. Ada juga karena pelanggan puas dengan pelayanan kami, pelanggan tersebut yang tagihannya 50 ribu namun membayar 10x lipatnya. Itu pengalaman yang manis-manisnya, yang kurang enak juga ada. Di tahun pertama Centro berdiri, kami menerima TA di bulan Mei, saya dan suami sampai lembur sampai jam 5 pagi. Kami sampai tidur di kursi toko. Lalu ada satu lagi pengalaman pahitnya, kami pernah juga ngga dibayar oleh pelanggan karena pelanggan tersebut kalah saat Pileg (Pemilihan Legislatif). Namanya juga usaha, jadi pasti ada saja problemnya.”

Apa pendapat Ibu mengenai trend industri printing ke depannya?

Christina : “Saya masih cukup optimis ya dengan trend industri printing. Walaupun ada yang bilang Paperless, namun printing itu masih tetap tumbuh. Kalau zaman dulu cetaknya dalam jumlah besar dan offset, Zaman Now ini arahnya ke Personalize printing, Industri Kreatif, trend juga meningkat untuk packaging, souvenir.”
Disinilah alasan kuat kami untuk berinvestasi mesin Fuji Xerox Iridesse. Dengan adanya permintaan yang semakin meningkat dan unik, faktor kualitas hasil cetak dan kecepatan mesin sangat berpengaruh dalam mengikuti atau melayani trend printing saat ini. Jangan sampai kita sendiri yang tidak siap.” ■