Kelembaban kandungan uap air (water vapour, moisture), merupakan ancaman terbesar terhadap stabilitas suatu produk farmasi. Kemasan yang kering dan kedap terhadap kelembaban mutlak diperlukan.

Oksigen. Adanya oksigen dalam udara akan menyebabkan terjadinya proses oksidasi. Kemasan vakum atau pemberian gas inert seperti misalnya nitrogen atau carbon dioksida, dapat mencegah bahaya dari oksigen ini.

Cahaya Sinar ultra violet dari cahaya matahari akan membantu mempercepat efek oksidasi. Banyak produk yang sangat sensitif terhadap cahaya. Cahaya juga dapat menyebabkan perubahan warna. Untuk itu kemasan dapat dipilih yang kurang atau tidak tembus cahaya.

Panas. Banyak produk farmasi yang sangat peka terhadap suhu tinggi. Dalam hal ini perlu diperhatikan jenis sealing layer yang digunakan dalam kemasan fleksibel. Walaupun kemasan dapat menghambat hantaran panas, pengamanan terhadap obat sangat tergantung pada tempat penyimpanannya.

Penguapan. Terutama produk yang mengandung zat yang mudah menguap, misalnya alkohol, metol, minyak atsiri yang dapat dipakai sebagai aroma dalam produk.

Bentur fisik. Benturan fisik bisa menyebabkan kerusakan fisik. Kerusakan pada kemasan dapat mengakibatkan kebocoran sehingga produk terkontaminasi.

Bahan Kemasan. Harus dihindarkan pemakaian bahan kemasan yang menyerap, melepas zat berbahaya atau bereaksi secara kimiawi dengan bahan-bahan yang ada dalam produk.

Untuk melindungi terhadap faktor-faktor di atas itulah, kemasan fleksibel dibuat dari beberapa lapisan bahan yang disatukan (multi-layer) dengan proses laminasi sehingga kemasan tersebut mempunyai daya untuk menangkal pengaruh di atas.