19 September 2018 – Dengan Mengusung tema Smart Print Shop, Heidelberg menampilkan integrasi dalam suatu percetakan dengan alur kerja Prinect yang sudah terbukti mampu meningkatkan produktivitas dan profit usaha. Dalam pameran Indoprint 2018, Heidelberg menampilkan untuk pertama kalinya Speedmaster CX 75, mesin yang akan sangat sesuai untuk pangsa Indonesia. Sebuah mesin cetak baru dengan konsep baru yang dapat menjawab kebutuhan cetak kemasan maupun komersial sekaligus.

Mesin Speedmaster CX 75 dibangun dengan platform XL ini memang sangat sesuai untuk cetak kemasan dan komersil dengan double cylinder. Konsep mesin ini bisa mencetak kertas dari ketebalan 0,03 – 0,60. Mulai dari feeder, printing unit, konfigurasi roller dan delivery sama dengan XL 75. Perbedaannya hanya pada gallery mesin XL, tidak dipasang pada mesin CX sehingga mesin ini terlihat lebih ramping.

Perbedaan secara spesifik antara Speedmaster SX 74 dan CX 75 adalah :
CX 75 dibangun dengan platform yang sama dengan XL 75, mulai dari feeder, printing unit, delivery, konfigurasi silinder sampai susunan roller bahkan ukuran pelat dan blanketnya sama. Yang paling terlihat jelas, mesin ini memang lebih ramping, dibanding XL 75, karena Heidelberg membuang gallery dan body miring yang biasa digunakan di XL 75. Hal ini menjawab keadaan percetakan yang bermasalah dengan luas ruang produksi. Sekarang, di kelas 50 x 70, Heidelberg memiliki 3 mesin yang bias ditawarkan, yaitu SX 74, CX 75 dan XL 75. Heidelberg tidak pernah membedakan secara kualitas satu sama lain, semua tetap Heidelberg Quality.

Speedmaster CX 75 diluncurkan secara premier di dunia pertama kali tahun lalu.
Konsep Smart Print Shop dibagi dua, yaitu Navigated printing dan Otonomous printing. Navigated printing sudah cukup banyak, dimana mulai dari prepres – press terkoneksi dalam satu alur kerja (workflow) sehingga sangat memudahkan operator mencapai target kualitas yang ingin dicapai dengan waktu yang singkat. Manfaat yang dirasakan adalah produktivitas yang lebih tinggi karena proses pergantian job dan persiapan yang lebih cepat.

Pada Smart Print Shop, Heidelberg mengusung OEE (Overall Effectiveness Equipment) dimana dihitung nilai effektif dari mesin. Misalnya dalam satu jam berapa lama mesin dipakai untuk mencetak secara effektif bukan untuk menunggu kertas atau waktu persiapan kerja yang lama. Nilai inilah yang akan menjadi standar penghitungan OEE.

Smart Printshop bertujuan meningkatkan OEE setiap mesin dengan kerja yang efektif cepat dan benar sehingga produktivitas meningkat. Jika produktivitas meningkat maka biaya cetak per lembar akan lebih murah. Jika biaya cetak sudah lebih murah, maka profit percetakan akan meningkat karena kita ketahui bersama untuk menaikkan harga cetakan sangat menantang. Bekerja efektif dan efisien dan Smart Print Shop adalah jawabannya. @pg