Kali ini redaksi ingin mendapatkan opini tentang mesin-mesin andalan yang di-instal di Express Print, yaitu Ricoh Pro C9100 Andromeda. Tak tanggung-tanggung, ada 5 unit yang telah diinstal.

Cerita sukses Nurdin Effendi (Pemilik Express Print, Tangerang) sebagai pengusaha percetakan dimulai saat di tahun 2008, Nurdin berhenti dari pekerjaannya sebagai Wakil Direktur di sebuah percetakan di Jakarta Barat.
Sebenarnya tanpa modal yang cukup, Ia memulainya dengan membuka usaha prepress yang bernama CV. Doeta lintas Media (DotLine) dengan membeli mesin image setter film bekas, Scitex Dolev.

Di tahun 2009, Nurdin pertama kali membangun percetakan offset. Disusul kemudian, pada 2010, mendirikan digital printing. Nurdin memberanikan diri untuk buka cabang di luar Jabotabek, yaitu di kota Semarang pada penghujung tahun 2015, dengan nama Gajah Print.

Berikut ini petikan wawancara dengan Nurdin Effendi (Owner Express Print) :

Bagaimana kondisi cetak di daerah Bapak/? Prospek ke depannya dan peluang marketnya?
Nurdin : “Untuk market masih cukup berkembang saat Ini. Dari sisi cost produksi juga sudah cukup bagus. Bagaimanapun offset dengan teknologi digital sudah semakin bagus, namun offset mungkin akan turun terus termakan teknologi, karena bagaimanapun media digital akan mendominasi kedepannya, saya rasa sich untuk 5 tahun kedepan masih aman untuk peluang market mesin offset. Tapi entah untuk 10 tahun kedepan. “

Bisa diuraikan mesin-mesin cetak dan finishing yang telah dimiliki selain Ricoh yang sudah install 5 unit?
Nurdin : “Untuk Mesin lain kita ada XEROX docuwide, XEROX D95, HP indigo 3550, Crystal Jet, JHF, MUTOH Dan CRON, Untuk Mesin offset Printing lainnya Kami punya Komori 76, Oliver 58 & Heidelberg SM 52.”

Apa alasan Bapak memillih mesin cetak Production Printing tipe PP Pro C9100s Andromeda?
Nurdin : “Dari Sisi Cost Produksi, Click charge Andromeda termasuk yang paling terjangkau dari mesin brand lain. Sangat cocok untuk konsumen yang pasarnya masih ditentukan oleh kuantitas dibanding kualitas. Dari segi durabilitas, mesin Ini juga paling awet dari mesin lainnya yang Saya punya.”

Dari sisi harga, bagaimana menurut Bapak  dibanding produk merk lain yang sejenis?
Nurdin : “Untuk harga, plus minus dari kompetitor, namun saya lebih nyaman dengan mesin ini. Kalau boleh saya bilang, ini adalah mesin saya yang paling awet. Saya berharap untuk kedepannya, Team Modern Data Solusi, selaku authorized distributor Ricoh, lebih solid lagi dalam menangani customernya.”

Ada pengalaman paling berkesan selama menjalankan usaha menggunakan Ricoh?
Nurdin : “Kalau untuk masalah pasti ada, pernah suatu waktu ada order sebanyak 250.000 click, kami kehabisan toner. Dari pihak MDS bertanggung jawab ke Malaysia untuk beli stok Toner Kami, Dari situ, kami merasa MDS sangat bertanggung jawab pada Customernya. Itu membuat saya terkesan.”

Apa pendapat Bapak mengenai trend industri printing ke depannya?
Nurdin : “Untuk trend Industri Printing yang seperti saya bilang tadi, mungkin akan depleted (habis). Tapi tidak dalam waktu dekat ini. Sekarang, cetak offset sudah jauh berkurang karena digerogoti oleh online media. Okelah untuk buku sekolah, sekarang anak-anak masih pakai, tapi saya tidak tahu untuk 10 tahun kedepan, Saya malah khawatir kalau nanti anak-anak lebih terbiasa dengan membaca Sosial Media. Mereka cuma bisa typing Ketimbang Writing. Yang pasti, teknologi akan terus berkembang, tergantung bagaimana kita bisa men-develop diri kita sendiri untuk mengikuti trendnya.” @PG