Di daerah Pati, Jawa Tengah, ada percetakan digital printing yang tengah tumbuh. Namanya Doriku Digital Media. Nama Doriku diambil dari nama Pemiliknya, Sandori, asli Pati, kelahiran 7 Juni 1980

Usaha Sandori dimulai pada 22 november 2008. Berarti sudah hampir 10 tahun. Awal mulanya, Sandori buka bisnis percetakan kecil-kecilan. Ia memberanikan diri membeli mesin press kaos, alat press pin, mesin laminating, printer dekstop epson C90 & T11, serta satu komputer untuk keperluan desain. Dengan layanan produk merchandise (kaos, pin, id card, gantungan kunci, dan lain-lain), Sementara untuk cetakan banner, karena saat itu belum memiliki mesinnya, Ia sub order ke percetakan digital printing terdekat.

Pada 2010, Sandori menambah alat produksi berupa mesin press mug dan mesin stempel. Di tahun ini, Ia mulai mempekerjakan seorang karyawan. Kemudian pada tahun 2012, Sandori makin percaya diri dengan membeli printer outdoor second dan printer kaos serta menambah 2 orang karyawan untuk bagian desain.

Sejak ada mesin cetak banner, pelanggan bertambah banyak dan omset semakin meningkat, lalu pada tahun 2013, Sandori meng-upgrade mesin outdoor second-nya dengan printer outdoor baru, dimana saat itu sedang “booming” dengan jenis printhead spectra polaris .

Dengan adanya mesin cetak banner yang baru, pelanggan terus bertambah banyak karena kualitas cetak yang semakin bagus. Dan pada tahun itu, Sandori terus menambah armada mesin produksinya dengan mendatangkan mesin cetak laser A3 merk Kyocera untuk kebutuhan cetak kartu nama, menu, brosur, serta kebutuhan print on demand.

Untuk meningkatkan layanan digital printing-nya, pada tahun 2015, Sandori mendatangkan printer indoor merk Canon untuk kebutuhan cetak photo large format. Begitu pula untuk kebutuhan print on demand dan layanan cetak banner yang semakin meningkat. Maka, pada tahun 2015, Ia mengganti mesin Kyocera-nya dengan printer laser A3+ merk Xerox dan menambah printer outdoor lagi untuk melayani kebutuhan cetak banner yang meningkat pesat.

Pada tahun 2016, muncul teknologi printhead baru untuk jenis outdoor yaitu Konica Minolta 512i yang mampu mencetak dengan kecepatan tinggi dengan hasil yang bagus, maka Sandori sekali lagi memberanikan diri untuk menginstalnya disaat para pemain printing belum banyak yang memakainya.

Tak tanggung-tanggung, di tahun yang sama Doriku menginstal printer ecosolvent epson double head.

Di sektor print on demand, Doriku juga meng-upgrade kualitas cetak laser A3 dengan mendatangkan printer laser A3 seri produksi merk Xerox C60 dari Astragraphia dengan kualitas cetak yang sangat baik.

Kini, di tahun 2018, Doriku telah memiliki 12 orang karyawan, dari awalnya Sandori seorang. Baru-baru ini, Doriku menambah lagi layanan produksi dengan mendatangkan printer textile untuk kebutuhan cetak spanduk, umbul-umbul, bendera, dan cetak lain berbahan kain.

Begitulah, perjalanan panjang usaha Sandori, sang pemilik Doriku printing dalam menapakai langkahnya menuju sukses. Perlahan tapi pasti. Dari kecil, hingga makin besar. Kini menjadi percetakan yang berpengaruh di Pati. Sebuah perjuangan yang membutuhkan keuletan dan persistensi.

Redaksi mencoba mewawancarai Sandori mengenai usahanya dan meminta opini Beliau tentang mesin-mesin cetak dan finishing yang telah dibelinya. Berikut ini opini dari Sandori tentang mesin yang telah Ia instal :

  1. Printer Outdoor :
    Allwin dengan Printhead Konica Minolta 512i dari Aneka Warna Semarang

– Secara Teknis : Saat ini saya kira PH Konika 512i secara umum pas dan cocok untuk kebutuhan cetak print outdoor
– Purna Jual : secara umum mesin printer outdoor, purna jual Allwin, paling bagus
– Sisi harga : Rata-rata sama dengan merk lain.

  1. Printer Ecosolvent :
    Epson Double Head dari Aneka Warna Semarang

– Secara Teknis : Untuk printer ecosolvent, saya kira Epson terdepan
– Purna Jual : Karena Epson belom lama main di ecosolvent, jadi secara umum purna jualnya belum bisa di samakan dengan printer outdoor
– Sisi harga : harga kompetitif

  1. Printer Textile :
    Xenon dari PT. Sign World Media Jakarta

– Secara Teknis : secara kualitas saya cukup puas dengan hasil cetaknya
– Purna Jual : printer baru jadi belom tahu banyak
– Sisi harga : harga lebih ekonomis di banding merk lain

  1. Printer Indoor Canon dari Aneka Warna Semarang

– Secara Teknis : puas dengan hasil cetak dan kecepatan serta ekonomis
– Purna Jual : –
– Sisi harga : harga kompetitif

  1. Printer Laser A3+ Xerox C60 dari Astra Graphia Semarang

– Secara Teknis : Hasil Cetak yang sangat bagus dan layanan service yang baik
– Purna Jual : cukup baik
– Sisi harga : kompetitif

  1. Printer Minilab DNP

– Secara Teknis : cukup bagus untuk layanan cetak photo minilab
– Purna Jual : –
– Sisi harga : lebih ekonomis di banding merk lain

  1. Printer Konica Bizhub
  2. Dan Mesin-mesin Cetak Merchandise

Ada pengalaman paling berkesan saat selama menjalankan usaha digital printing?

Sandori : “Bagi saya selama menjalankan usaha ini merupakan sesuatu hal yang menyenangkan saya rasakan, karena setiap saat selalu muncul teknologi baru dalam percetakan dan printing yang memunculkan keinginan untuk meng-eksplorasinya.”

Apa pendapat Bapak mengenai trend industri printing ke depannya?

Sandori : “Saya rasa trend industri printing sudah mulai mengarah ke Print UV dan Textile, karena Print UV menawarkan variasi bahan yang lebih banyak dan ketahanan hasil cetak yang lebih lama, Serta Print Textile yang mampu mengakomodasi kebutuhan fashion yang beragam dengan desain-desain yang unik dan tanpa batas. Sementara untuk kebutuhan advertising, textile/kain mampu mengakomodir kebutuhan cetak spanduk kain, umbul-umbul, bendera, dan lain-lain.” @PG