HP Latex Printer merupakan teknologi Printer yang sudah tidak asing lagi di dunia Digital Printing. Sejak peluncurannya pada tahun 2010, teknologi tinta latex terus dikembangkan oleh team riset HP diakui oleh customer sebagai teknologi tinta yang lebih advance dan akan terus sustainable sampai setidaknya 10 tahun mendatang. Mengapa? Karena masyarakat sudah lebih aware akan pentingnya kualitas hasil Printing dan keramahannya terhadap Lingkungan dan Kesehatan. Terutama dengan adanya pandemic Covid19 pada tahun 2020, diprediksikan oleh banyak analis, bahwa gaya hidup masyarakat dunia akan mengalami perubahan. Terutama akan meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan mementingkan penggunaan produk-produk yang berkualitas sangat baik.

Seperti sudah diketahui bahwa banyak alternative teknologi yang dapat dipilih oleh para pelaku usaha Digital Printing, antara lain : Solvent, Eco Solvent, dan UV. Namun teknlogi Latex printer masih berada pada jajaran paling atas pada kualitas hasil print out dan keramahannya terhadap Lingkungan dan Kesehatan.

Beberapa print job yang biasa dilakukan pada HP Latex Printers adalah outdoor signage dan advertizing, retail – point of purchase displays (kebutuhan iklan penjualan retail dipusat pembelian), vinyl banners for exhibitions and events (Spanduk Vinil untuk pameran dan acara), vehicle graphics and adverts (grafis stiker untuk kendaraan dan iklan berjalan) dan indoor wall and floor decor (Indoor Wallpaper dan dekorasi lantai).

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai teknologi HP Latex, atau Ingin Mendapatkan Program Special dari HP Latex, Silahkan klik pada Link ini : https://enable.hp.com/id-en-lfp-content-syndication?jumpid=pg_first_article

Ada beberapa hal yang biasanya menjadi topik Utama dalam diskusi dengan Customer, mengenai “Why HP Latex?”. Diantaranya sebagai berikut:

1. Ragam Aplikasi dan Media Yang Dapat Di Print

HP Latex terkenal karena ragam Aplikasi dan Banyak nya Media yang dapat digunakan. Diantaranya ; Art Paper, Uncoated Paper, Banners, Self-Adhesive Vinyls, Films, Fabrics, Papers, Wallcoverings (Wallpaper), Canvas, Synthetics (kulti sintetis), Mesh, Textiles. Dengan tingkat ketebalan Media yang juga beragam.

2. Durabililty Hasil Printing

Teknologi tinta latex memiliki kelebihan mulai dari durabilitas, efisien pada semua bidang cetak serta jauh lebih ramah lingkungan. Dapat dibuktikan pada hasil Printing dari HP Latex, jika digires atau di tekuk dan dilipat, tidak akan retak atau rontok, apalagi tergores.

3. Eco Friendly and Human Friendly Printing Technology

Selama 10 tahun sejak peluncuran pertama HP Latex di Indonesia, dapat dikatakan saat ini HP Latex sudah memiliki pangsa pasar nya sendiri. Terutama untuk Customer yang perduli akan proses dan hasil printing yang Ramah lingkungan dan Aman untuk Kesehatan. Terutama di saat Pandemi Covid19, di mana begitu banyak orang lebih perduli akan Kesehatan, maka dapat dikatakan HP Latex merupakan pilihan Investasi yang tepat bagi para pelaku Digital Printing.

Keunggulan lainnya dari hasil print out HP Latex adalah Tidak Berbau, dan Langsung Kering (Tidak Membutuhkan proses Coating/laminating).

4. Harga Supplies

Salah satu perhatian Pelaku usaha Digital Printing pada saat ingin memutuskan untuk Investasi mesin, tentunya ada pada TCO (Total Cost of Ownership) ; Harga Printer, Harga Tinta, Harga Printhead, Harga Listrik, Harga Mesin Laminating/Coating atau Mesin penunjang lainnya, Biaya tempat, dan Biaya Human Resources. Dapat dikatakan komponen yang paling mencolok diantara itu semua adalah Supplies. Harga consumables HP Latex Printer sudah dapat dikatakan cukup kompetitif. Terutama untuk Customer yang memiliki Print Volume yang cukup tinggi, HP memiliki program special untuk Supplies.

5. Power Consumption

HP Latex Printer power consumption memang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan printer-printer lainnya yang setara. Pada saat awal printer mulai proses print, printer akan membutuhkan daya sampai dengan 4 kw, namun setelah tarikan awal ini, pada saat printer sudah berjalan untuk mencetak, daya listrik yang digunakan akan turun (bukan 4 kw lagi). Pada mode Ready/Stand by, Printer hanya membutuhkan 85 watt, dan 3 watt pada keadaan Sleep mode. Mengapa HP Latex membutuhkan daya listrik yang lebih besar dibandingkan printer teknologi lain yang setara? Karena HP Latex feature heater untuk memastikan tinta Latex menempel sempurna pada berbagai jenis media. Dengan ini, maka hasil print out HP Latex tidak memerlukan Coating/Laminating lagi. Hasil printing langsung bisa digunakan atau dibawa oleh end user. Bagi para pelaku bisnis Digital Printing, productivity dapat dipastikan meningkat. Dan tidak memerlukan ruangan untuk menggelar hasil Print Out untuk melakukan proses Laminating/Coating atau untuk dikeringkan terlebih dahulu.

6. Printhead Merupakan Bagian dari Consumables

Ada banyak pertanyaan, mengapa Printhead pada HP Latex merupakan bagian dari Consumables yang secara berkala harus diganti lebih sering dibandingkan Printhead teknologi lain?

Jika kita menganalisa lebih dalam, ada kelebihan pada Printhead yang sering diganti. Kelebihan Utamanya adalah dapat dipastikan hasil print out yang didapatkan selalu sempurna, dan tidak bending atau bercak. Jika ada concern mengenai biaya penggantian Printhead yang berkala ini, maka dapat dihitung secara lebih mendalam, dengan mengingat bahwa harga Printhead HP Latex sangat murah. Hampir sama dengan harga 1 unit tinta HP Latex. Jika dibandingkan Printhead pada printer teknologi lain, yang harganya sangat fantastis.

Kembali kepada pembicaraan mengenai Bisnis, Pertanyaan yang muncul saat ini adalah, Bagaimana Anda Merespon Perubahan Yang Terjadi Akibat Pandemi Covid19 ini? Dengan Kondisi Masyarakat Yang Sangat Perduli Terhadap Keramahan Terhadap Lingkungan dan Kesehatan, Apakah Perusahaan Anda Sudah Siap Mengikutinya? Apakah Penting Bagi Anda Untuk Expand Bisnis Melalui Beragamnya Aplikasi/Hasil Printing Yang Dapat Dijual? @