Mapping Roadmap Masa Depan & Strategi Bisnis EPSON: Catatan dari Media Gathering Epson di Bangkok
Printgraphicmagz – Perusahaan teknologi global Epson memaparkan peta jalan (roadmap) serta arah strategi bisnisnya menuju tahun 2026 dalam rangkaian Media Gathering 2025 yang berlangsung selama tiga hari, 11–13 Februari 2026, di Bangkok, Thailand. Kegiatan ini dipadukan dengan sesi Focus Group Discussion (FGD) sebagai forum strategis untuk membahas masa depan teknologi, khususnya pengembangan pasar Indonesia.
Rangkaian acara tersebut diikuti oleh perwakilan media dari berbagai provinsi di Indonesia dan dipusatkan di Hotel Berkeley Bangkok. Tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, forum ini dimanfaatkan Epson untuk menyelaraskan visi perusahaan dengan kebutuhan industri nasional, sekaligus merespons tantangan pasar global yang semakin dinamis.
Dalam forum diskusi, jajaran pimpinan Epson menegaskan bahwa tahun 2026 akan menjadi tonggak penting dalam strategi perusahaan. Fokus utama diarahkan pada perluasan adopsi teknologi cetak hemat energi, seiring meningkatnya kesadaran pasar terhadap pentingnya solusi teknologi yang efisien dan berkelanjutan.
Epson menekankan keyakinannya bahwa performa tinggi tidak harus mengorbankan kelestarian lingkungan. Melalui inovasi berkelanjutan, perusahaan berkomitmen menghadirkan solusi teknologi yang tidak hanya unggul dari sisi produktivitas, tetapi juga mampu meningkatkan efisiensi operasional serta mengurangi jejak karbon secara signifikan di berbagai sektor industri, khususnya segmen Business-to-Business (B2B).
Agenda utama Media Gathering ini diisi dengan sesi FGD yang membahas isu-isu strategis terkait transformasi digital di Indonesia. Sejumlah topik krusial mengemuka, mulai dari arah perkembangan teknologi printing masa depan, kebutuhan solusi B2B yang lebih produktif, hingga akselerasi digital di sektor pendidikan dan korporasi.
Menariknya, Epson juga memberikan perhatian khusus pada kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Dalam diskusi, perusahaan membahas strategi peningkatan kandungan lokal sebagai bentuk dukungan nyata terhadap industri nasional agar semakin kompetitif di pasar internasional. Langkah ini mencerminkan komitmen Epson untuk terus bersinergi dengan regulasi pemerintah Indonesia dalam memperkuat basis industri dalam negeri.
Diskusi berlangsung interaktif dan terbuka. Para jurnalis mendapat kesempatan menyampaikan perspektif daerah terkait tantangan adopsi teknologi di berbagai wilayah Indonesia. Beragam masukan mengenai tren pasar, kebutuhan konsumen, hingga kendala infrastruktur menjadi catatan penting bagi manajemen Epson dalam merancang pengembangan produk dan strategi bisnis ke depan.
Tak hanya berfokus pada diskusi bisnis, Epson juga mengemas kegiatan ini dengan pendekatan kultural dan diplomatik. Para peserta diajak menyusuri Sungai Chao Phraya dengan latar ikonik Wat Arun, serta melakukan kunjungan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia Bangkok. Rangkaian ini menjadi simbol penguatan hubungan, baik antar media maupun antara Epson dan para pemangku kepentingan.
Melalui komunikasi yang terbuka dan kolaboratif ini, Epson berharap dapat memperkuat posisinya sebagai penyedia solusi teknologi yang inovatif, efisien, dan ramah lingkungan. Dengan mengintegrasikan inovasi berkelanjutan serta penguatan kemitraan strategis, Epson optimistis menyongsong tahun 2026 dengan portofolio produk yang lebih hijau dan semakin relevan bagi kebutuhan digitalisasi di Indonesia. @


